Langkah Awal Swasembada Benih: Survey Perbenihan Kedelai 12 Ton di Hinai Langkat
Dalam upaya mendukung peningkatan produksi benih kedelai bermutu serta memperkuat ketahanan pangan daerah, telah dilaksanakan kegiatan survei lokasi perbenihan kedelai dengan target produksi sebesar 12 ton. Kegiatan ini berlangsung di Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, dengan luasan areal mencapai 15 hektare.
Survei ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memastikan keberhasilan kegiatan perbenihan, khususnya dalam menentukan kesesuaian lahan, kesiapan petani penangkar, serta potensi pengembangan kedelai di wilayah tersebut. Tim teknis melakukan identifikasi kondisi lahan, sumber air, serta infrastruktur pendukung yang menjadi faktor penentu dalam produksi benih kedelai berkualitas.
Desa Paya Rengas dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi agroekosistem yang mendukung untuk budidaya kedelai. Selain itu, keberadaan kelompok tani yang aktif dan berpengalaman menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dengan semangat kolaborasi, petani setempat menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mendukung program perbenihan tersebut.
Dalam pelaksanaan survei, tim juga melakukan diskusi langsung dengan calon petani penangkar terkait kesiapan teknis, termasuk penggunaan varietas unggul, pola tanam, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses produksi benih dapat memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Kegiatan perbenihan kedelai ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan benih di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan perbenihan kedelai spesifik lokasi di wilayah Sumatera Utara. Dengan target produksi 12 ton, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ketersediaan benih bermutu bagi petani.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, dan stakeholder terkait dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Survey lokasi ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem perbenihan yang mandiri, unggul, dan adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.