Perkuat Kapasitas Petani dan Penyuluh untuk Wujudkan Pertanian Unggul dan Berkelanjutan
BRMP Sumatera Utara menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Hasil Standarisasi Instrumen Pertanian yang dilaksanakan di IP2MP Gurgur, Kabupaten Toba. Kegiatan ini dihadiri oleh petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta perwakilan dari pemerintah daerah Kabupaten Toba dan Humbang Hasundutan.
Dalam sambutannya, Kepala Balai BRMP Sumatera Utara, Dr. Siti Maryam Harahap, SP., MP., menekankan bahwa tujuan utama pelaksanaan bimtek ini adalah untuk memperkenalkan pentingnya penanganan pascapanen komoditas seperti kentang, bawang merah, dan bawang putih. Beliau mengingatkan bahwa dalam kegiatan budidaya hortikultura, petani tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu memahami rantai pemasaran hasil pertanian agar hasil panen dapat terserap dengan baik.
“Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan petani dalam mengembangkan pasar hasil pertanian. Selain itu, pendataan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga penting dilakukan agar bisa diusulkan kepada pemerintah,” ujar Dr. Siti Maryam.
Dalam arahannya, beliau juga mensosialisasikan pembentukan Brigade Pangan (BP), termasuk mekanisme kerja, bentuk kolaborasi, serta dukungan yang dapat diberikan kepada petani di lapangan.
Kegiatan bimtek ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Toba, Bapak Audi Murphy Sitorus, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan hasil produksi pertanian yang diimbangi dengan strategi pemasaran yang jelas.
Beliau mengapresiasi pelaksanaan bimtek ini karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari para ahli pertanian. “Belajar pertanian harus kepada ahlinya. IP2MP Gurgur ini sangat cocok dijadikan lokasi bimtek karena peserta bisa langsung melihat lahan pertanian hortikultura,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak petani dan penyuluh untuk saling bekerja sama dalam menerapkan ilmu yang diperoleh guna meningkatkan produktivitas pertanian di daerah masing-masing. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis bantuan benih padi gogo untuk lahan kering kepada perwakilan PPL dari Kabupaten Toba dan Humbang Hasundutan.
Materi Teknis dari Narasumber Dalam bimtek ini dipaparkan materi tentang tanaman Budidaya Bawang Putih, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan stek kentang. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait kendala lapangan.
Beberapa isu yang dibahas antara lain benih bersertifikat yang gagal tumbuh, penanganan benih yang rusak, hingga permintaan benih kentang untuk pengembangan di daerah masing-masing. Menanggapi hal tersebut, para narasumber menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, varietas yang sesuai, serta penanganan benih yang tepat. “Benih bersertifikat tetap harus ditangani dengan baik setelah diterima petani. Jika ditemukan kerusakan, segera laporkan kepada petugas pengawas benih tanaman setempat untuk dilakukan pengecekan,” jelas Ibu Betty Sumarni.
Sementara itu, Jintamin Saragih menambahkan bahwa IP2MP Gurgur berperan sebagai produsen benih, bukan penyalur bantuan, namun masyarakat tetap dapat membeli benih bersertifikat sesuai prosedur PNBP dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu.
Melalui kegiatan Bimtek ini, peserta mendapatkan pengetahuan langsung dari para ahli pertanian mengenai budidaya bawang putih, sertifikasi benih, serta teknologi stek kentang.
BRMP Sumatera Utara berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas petani dan penyuluh di wilayah Toba dan sekitarnya dalam mewujudkan pertanian yang unggul, mandiri, dan berkelanjutan.