Sinergi BRMP Sumut, Penyuluh dan Satgas Guna Kawal Swasembada Pangan
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Rapat Pos Simpul Koordinasi (Posko) Ketahanan Pangan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Produksi Pangan Strategis Bulan Juni 2026 di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Medan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional, sekaligus memastikan percepatan pelaksanaan program pertanian Tahun Anggaran 2026. Rapat dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kementerian Pertanian, unsur TNI, pemerintah kabupaten/kota, lembaga penelitian dan pendidikan pertanian, instansi teknis terkait, BUMN, serta mitra pembangunan pertanian. Adapun yang hadir dari BRMP Sumatera Utara adalah Kapoksi Program dan Pengujian beserta Katimker Pendampingan Program Wilayah II.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekertaris Dinas menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mengawal target produksi pangan, khususnya komoditas padi sebagai salah satu komoditas strategis nasional. Melalui forum ini, dilakukan evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi, identifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, penyusunan langkah mitigasi terhadap dampak cuaca, serta perumusan strategi percepatan tanam di seluruh kabupaten/kota.
Pj. Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Utara, Bapak Haris Syahbuddin memaparkan Capaian Dan Evaluasi Realisasi LTT Serta Bantuan Kementan di Sumatera Utara. Melalui rapat posko ini, disampaikan breakdown target LTT per Kabupaten dari target Nasional, yang naik 50% dari realisasi LTT Bulan Juni 2025. Sedangkan ambang batas untuk hijau saat ini sudah berubah menjadi 90% dan kuning 60%. Dengan target yang lebih besar ini, beliau berpesan agar semua dapat bersinergi dan Tetap semangat agar bisa menghijaukan SUMUT.
Selain membahas perkembangan realisasi tanam, peserta rapat juga melakukan diskusi terkait ketersediaan sarana produksi pertanian, kondisi irigasi, pendampingan penyuluhan, serta langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi produksi pangan.
Melalui pelaksanaan rapat Posko dan Monev ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin kuat sehingga target peningkatan produksi pangan di Sumatera Utara dapat tercapai secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung program swasembada pangan dan menjaga ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.