BRMP Sumut Bersama BPLIP Kelas I Medan Melakukan Pengawalan Kegiatan CSR di Kab. Asahan
Balai Besar Penerapan Moderenisasi Pertanian Sumatera Utara menghadiri kegiatan Mutual Check 0 (MC 0) pada kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Silomlom dan Anjung Ganjang Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara yang di adakan oleh Balai Pengelolaan Lahan Irigasi Pertanian (BP-LIP) Kelas 1 Medan. Pelaksanaan MC 0 juga dihadiri oleh Tim teknis Dinas Pertanian Asahan, Kodam 1 Bukit Barisan, Kodim 0208 /Asahan, Dinas PUTR Kabupaten Asahan, Tim SID, Katimker Kabupaten Asahan, PPL, Kepala Desa Silomlom dan Kelompok Tani.
Acara di buka oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan yaitu Bapak Suratno, S.P., M.Si., beliau mengucapkan terima kasih dengan adanya Cetak Sawah Rakyat ini, sehingga lahan yang sudah lama tidak terpakai dapat di kelola oleh petani untuk mendukung program swasembada pangan. Acara dilanjut dengan arahan dari Kepala Balai Pengelolaan Lahan Irigasi Pertanian Kelas 1 Medan yang diwakili oleh Ibu Kisey Bina Habeahan S.P., M.P., beliau menegaskan bahwa program CSR ini harus selesai di akhir November 2026, dalam waktu yang singkat ini beliau berharap kegiatan ini dapat di kerjakan secara maksimal sesuai dengan RAB dan desain SID yang telah disiapkan. Pekerjaan CSR di Kecamatan Simpang Empat ini seluas 359 Ha di Desa Silomlom dan Anjung Ganjang. Tim Teknis CSR BRMP Sumatera Utara yang hadir Ibu Dr. Khadijah EL Ramija, SPi, MP. Beliau menyampaikan agar program CSR mendukung swasembada pangan dan keberlanjutan program Kementerian Pertanian melalui pengajuan bantuan sarana produksi berupa pupuk, benih, dan asam humat, serta penerapan teknologi PM-AAS sesuai arahan Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.
Pelaksanaan MC 0 merupakan tahapan awal dalam kegiatan cetak sawah rakyat yang bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi kondisi awal lokasi, pengukuran lapangan, serta memastikan kesesuaian kondisi lahan dengan rencana pelaksanaan pekerjaan. Setelah semua sesuai dengan rencana maka kegiatan daoat segera di laksanakan. Dilokasi saat ini telah didatangkan alat berat sebanyak 14 unit. Menyusul sekitar 16 unit lagi alat berat untuk membuka lahan agar pekerjaan dapat selesai sesuai dengan tenggat waktu.
Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mendukung pelaksanaan cetak sawah rakyat agar berjalan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat petani untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.