Direktur Wilayah BRMP Sumut Koordinasi dengan BBWS dan Tinjau Kondisi Bendungan D.I Serdang
Direktur Wilayah Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara bersama Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Provinsi Sumatera Utara serta tim dari BPLIP Medan melaksanakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II terkait pemanfaatan Bendungan Daerah Irigasi (D.I) Serdang. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peninjauan langsung ke lokasi bendungan guna melihat kondisi eksisting infrastruktur serta potensi pemanfaatannya untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut.
Bendungan D.I Serdang diketahui mulai dibangun pada tahun 2018 dan telah selesai secara konstruksi utama pada tahun 2021. Secara fisik, bangunan bendungan telah siap untuk difungsikan, namun hingga saat ini jaringan irigasi sekunder yang menjadi bagian penting dalam distribusi air ke lahan pertanian masih belum sepenuhnya tersedia. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak BBWS, apabila bendungan dioperasikan dalam kondisi saat ini, terdapat potensi limpasan air yang dapat menggenangi area permukiman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa titik tanggul saluran yang masih berada di bawah muka air bendungan.
Dalam upaya pengamanan, pembangunan tanggul di Sungai Batu Gingging telah dilaksanakan pada periode 2023 hingga 2025 dan saat ini masih dalam proses peninggian untuk memastikan air tidak melimpas ke area permukiman ketika pintu bendungan difungsikan. Sementara itu, pembangunan tanggul di Sungai Merah hingga kini belum dapat dilaksanakan karena masih terkendala proses pembebasan lahan.
Berdasarkan pemetaan wilayah, terdapat tiga kecamatan yang berpotensi terdampak dan merupakan daerah pengembangan areal pertanian, yaitu Kecamatan Batang Kuis, Beringin, dan Pantai Labu dengan luas lahan sekitar 4.276 ha. Katimker Deli Serdang, Ibu Tiurma Ida Tampubolon, S.P., M.MA menyampaikan bahwa wilayah tersebut telah tersedia jaringan irigasi eksisting, namun beberapa bagian memerlukan rehabilitasi agar dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung distribusi air ke lahan pertanian.
Sebagai solusi sementara, diusulkan bantuan berupa irigasi perpompaan (Irpom) guna mendukung pemanfaatan potensi lahan dan peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut. Melalui koordinasi dan peninjauan ini diharapkan dapat diperoleh langkah percepatan pemanfaatan Bendungan D.I Serdang secara optimal serta mendukung peningkatan indeks pertanaman dan produksi pangan di wilayah Kabupaten Deli Serdang. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui optimalisasi infrastruktur sumber daya air untuk sektor pertanian.