Panen Benih Inti (NS) Padi Varietas Sigambiri Merah dan Putih
Kepala BRMP Sumatera Utara beserta pemulia melaksanakan panen benih inti NS (Nucleus Seed) Varietas Sigambiri Merah dan Sigambiri Putih di IP2MP Pasar Miring. Benih Inti (Nucleus Seed) yang selanjutnya disebut NS adalah Benih awal yang penyediaanya berdasarkan penelitian, pemuliaan, dan perakitan.
Pemanenan dilakukan dengan mengacu pada deskripsi varietas Sigambiri Merah dan Sigambiri Putih. Meliputi ciri-ciri utama pada fase generatif, seperti posisi daun bendera, bentuk dan warna bulir, serta ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit.
Setelah panen, dilakukan seleksi ketat terhadap malai yang dipanen. Berdasarkan pada kesesuaian deskripsi varietas, kebersihan dari serangan hama dan penyakit, serta kesempurnaan bentuk bulir. Dari hasil seleksi, diperoleh sebanyak 200 malai unggul varietas Sigambiri Merah dan 400 malai unggul Sigambiri Putih. Malai terpilih kemudian dikeringkan hingga kadar air mencapai di bawah 13% guna menjaga kualitas benih saat penyimpanan. Selanjutnya, benih sumber kelas NS ini disimpan di cold storage UPBS BRMP Sumatera Utara untuk menjaga viabilitas dan mutu dalam jangka panjang.
Benih NS ini akan digunakan sebagai bahan dasar perbanyakan benih kelas BS yang nantinya akan dijadikan benih sumber bagi penangkar benih dan berpotensi dikembangkan lebih luas di tingkat provinsi menuju kemandirian benih lokal.
Padi Sigambiri Merah dan Sigambiri Putih adalah varietas lokal yang telah terbukti adaptif terhadap kondisi agroklimat Sumatera Utara, memiliki produktivitas tinggi, serta menjadi salah satu varietas andalan dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Kedua varietas yang ditetapkan sebagai benih unggul itu memiliki banyak kelebihan, seperti memiliki ketahanan terhadap ras blast 033, 175, dan 173. Tahan terhadap suhu rendah dan adaptif pada ketinggian sampai dengan 1300 mdpl, baik untuk dibudidayakan di lahan kering subur dan marjinal. Kelebihan lainnya adalah potensi hasilnya yang bisa mencapai 4,5-4,8 ton per hektare.
Pengembangan benih padi lokal tersebut dapat meningkatkan produksi padi Sumatera Utara, sehingga mampu memenuhi kebutuhan benih padi para petani setempat, sekaligus meminimalisir ketergantungan pasokan benih dari daerah lain.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara BRMP, pemerintah daerah, dan petani dalam menjaga keberlangsungan ketersediaan benih sumber lokal unggul. Dengan demikian diharapkan kebutuhan benih bermutu dapat terpenuhi secara mandiri dari daerah, sekaligus menguatkan fondasi kedaulatan pangan di Indonesia.