Tingkatkan Produksitivitas Padi Melalui Gerakan Percepatan Tanam Padi Sistem PM - AAS di Tapsel
Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan nasional, dilaksanakan Gerakan Percepatan Tanam Padi PM-AAS yang dilaksanakan di Desa Panompuan Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tapanuli Selatan diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Kelompok Tani Sarasih, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), BRMP Sumatera Utara sebagai Direktur Wilayah BRMP Provinsi Sumatera Utara, Katimker, dan Penanggung Jawab Kabupaten. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, lembaga pendidikan pertanian, dan BRMP Sumatera Utara dalam mendukung implementasi PM-AAS di tingkat lapangan.
Direktur Wilayah BRMP Sumatera Utara, Mulyono,S.P, M.M. menyampaikan pertanian modern digagas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam rangka meningkatkan produktivitas karena produktivitas padi umumnya berkisar antara 5-6 ton/ha. Melalui Pertanian Modern ini diharapkan meningkat menjadi 10 ton/ha. Pertanian modern lebih rapat ke belakang jaraknya 3-5 cm. Kalau konvensional 250 ribu-300 ribu rumpun. Kalau Pertanian Modern bisa mencapai 800 ribu sampai 1,2 juta rumpun. Perbandingannya rumpunnya lebih banyak. Rumpun banyak tentu membutuhkan sarana produksi yang sesuai agar pertumbuhannya optimal.
Melalui gerakan ini, petani didorong untuk menerapkan sistem budidaya yang lebih modern, efektif, dan efisien dengan dukungan pendampingan penyuluh. Percepatan tanam di Kecamatan Angkola Timur diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas, sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Tapanuli Selatan dalam mendukung pencapaian target produksi pangan dan swasembada pangan nasional berkelanjutan.