BRMP Sumut Kawal Bantuan Pembenah Tanah untuk Petani Terdampak Bencana di Kab. Batubara
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara melaksanakan pengawalan bantuan pembenah tanah berupa asam humat dari Direktorat Jenderal Hortikultura di Kelompok Tani Nusa Indah di Desa Titi Merah, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kualitas bantuan yang disalurkan kepada petani terdampak bencana, sekaligus memastikan kesesuaian komposisi dan mutu produk sebelum dimanfaatkan di lahan pertanian.
BRMP Sumatera Utara bersama tim Dinas Pertanian Kabupaten Batubara, tim PT. Artha Prima Humatindo, serta anggota Kelompok Tani Nusa Indah melakukan pengambilan sampel pembenah tanah untuk diuji kesesuaian komposisi dan mutunya. Pengambilan sampel ini merupakan bagian dari upaya pengawasan kualitas bantuan agar produk yang diterima petani memenuhi persyaratan mutu dan sesuai dengan tujuan penggunaannya dalam mendukung pemulihan serta peningkatan kesuburan tanah.
Selain pengawalan mutu bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi teknis mengenai permasalahan kesuburan tanah dan penyakit tanaman cabai yang berasal dari tanah ( soil-borne diseases ). BRMP Sumatera Utara memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya cabai, termasuk memahami kondisi tanah yang dapat mendukung perkembangan penyakit tanaman. Diskusi ini menjadi sarana bagi petani untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi sekaligus memperoleh pengetahuan teknis sebagai bekal dalam pengelolaan lahan pertanian.
Dalam diskusi tersebut, petani menyampaikan bahwa lahan pertanaman cabai kerap terdampak banjir akibat luapan air kanal yang berasal dari aliran buangan lahan perkebunan dan curah hujan. Kondisi ini semakin kompleks ketika air laut mendorong aliran air masuk ke saluran kanal, sehingga memperbesar potensi limpasan ke lahan pertanian. Genangan yang berulang menjadi tantangan bagi petani dalam mempertahankan kondisi tanah dan keberlanjutan produksi cabai.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sumatera Utara tidak hanya mendukung pengawalan mutu bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan petani dalam pengelolaan kesehatan tanah. Kelompok Tani Nusa Indah berharap ke depannya dapat melakukan pengukuran tingkat keasaman (pH) dan kesuburan tanah secara mandiri. Harapan tersebut menjadi salah satu dorongan untuk memperkuat kapasitas petani agar mampu mengenali kondisi lahannya dan menentukan langkah pengelolaan yang lebih tepat, sehingga upaya pemulihan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.