Dorong Swasembada Pangan, Batubara Sukseskan Gerakan Tanam PM-AAS Menuju 37.768 Ha
Gerakan Tanam (Gertam) serentak Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) dilaksanakan di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Selasa (29/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penerapan teknologi pertanian modern untuk mendukung peningkatan produktivitas padi dan pencapaian target PM-AAS seluas 37.768 hektare di Sumatera Utara.
Kegiatan dihadiri Bupati Batubara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si.; Direktur Wilayah Sumatera Utara Mulyono, S.P., M.M.; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung, S.STP., M.Si.; Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbudin, DEA; Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap, S.P., M.Si.; jajaran TNI, Dinas Pertanian Kabupaten Batubara, penyuluh, petani, serta tamu undangan.
Bupati Batubara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gertam PM-AAS di Batubara. Menurutnya, Batubara memiliki potensi tanaman pangan yang besar untuk mendukung produksi beras Sumatera Utara. Ia berharap teknologi PM-AAS dapat diadopsi secara luas oleh petani serta didukung melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara menyampaikan bahwa Batubara diharapkan menjadi salah satu penopang produksi pangan, khususnya di tengah kondisi beberapa wilayah Sumatera Utara yang terdampak banjir. Melalui PM-AAS, produktivitas padi diharapkan semakin meningkat. Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan penanganan tata air di lokasi akan segera dikoordinasikan.
Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan kombinasi teknologi pertanian spesifik lokasi yang dalam penerapannya mampu menghasilkan produktivitas rata-rata di atas 10 ton per hektare. Ia mengajak petani untuk tidak ragu menerapkan teknologi tersebut dan menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan dukungan terhadap sektor pertanian. Pada kesempatan tersebut, beliau menyerahkan Perangkat Alat Uji Tanah Sawah (PUTS) serta Buku Petunjuk Teknis PM-AAS kepada Kabupaten Batubara yang diterima oleh Bupati Batubara.
Direktur Wilayah Sumatera Utara Mulyono, S.P., M.M., menegaskan bahwa gerakan tanam ini merupakan bagian dari upaya bersama merealisasikan target PM-AAS seluas 37.768 hektare hingga akhir Desember 2026. “Target ini harus kita realisasikan sampai akhir Desember 2026. Mari kita bersama-sama menyukseskan program swasembada pangan. Kita harus berkolaborasi agar produktivitas dapat terus meningkat,” tegasnya. Ia menambahkan, Batubara sebelumnya telah menjadi lokasi kegiatan PM-AAS berupa gerakan panen dan kini gerakan tanam. Dukungan pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi Sumatera Utara.
Gertam PM-AAS di Batubara menjadi momentum memperkuat penerapan teknologi pertanian modern sekaligus mempercepat pencapaian target tanam dan swasembada pangan di Sumatera Utara.