Pelatihan Kopi Cerdas Iklim dan Pertanian Regeneratif Digelar di Ladang Langit Coffee Farm
Kegiatan “Pelatihan Kopi Cerdas Iklim, Pertanian Regeneratif, Pupuk Organik, dan Lokakarya Pengembangan Percontohan Sumatera Utara” dilaksanakan selama dua hari, 5–6 Oktober 2026, bertempat di Ladang Langit Coffee Farm. Kegiatan ini dihadiri oleh BRMP Sumatera Utara, Dinas Pertanian Kabupaten, petani, serta pelaku usaha.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran dan berbagi pengetahuan mengenai penerapan pertanian yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan, khususnya melalui pemanfaatan bahan organik dan penerapan prinsip pertanian regeneratif.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan bahan organik dalam menjaga dan memperbaiki kondisi tanah. Bahan organik dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat mineral yang dibutuhkan tanaman, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam proses penyuburan dan ketersediaan unsur hara.
Selain itu, peserta mempelajari pengelolaan gulma dan kompetisinya dengan tanaman utama. Gulma dapat bersaing dengan tanaman dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya, dan ruang tumbuh. Pengendalian dapat dilakukan melalui pemotongan gulma untuk menekan kompetisinya, sementara akar gulma yang tetap berada di dalam tanah dapat membantu menjaga kondisi tanah dan menjadi bagian dari sumber bahan organik.
Dari rangkaian pembelajaran tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tiga hal penting dalam pengembangan dan pengelolaan usaha pertanian, yaitu design, management, dan input. Design diarahkan pada bagaimana merancang atau mengembangkan sesuatu di dalam kebun agar dapat memberikan nilai dan keuntungan. Management berkaitan dengan bagaimana mengelola sumber daya secara lebih efisien dan memberikan manfaat yang optimal. Sementara input mencakup pemanfaatan sumber daya yang dapat berasal dari luar maupun dari lingkungan sekitar kebun untuk meningkatkan daya dukung dan produktivitas lahan.
Pendekatan tersebut menekankan bahwa pertanian regeneratif tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada bagaimana mengelola sumber daya yang tersedia secara tepat, meningkatkan kesehatan tanah, dan menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien serta berkelanjutan.
Melalui pelatihan dan lokakarya ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan oleh petani sesuai dengan kondisi lahannya masing-masing serta menjadi bagian dari pengembangan percontohan pertanian berkelanjutan di Sumatera Utara.