Perkuat Ketahanan Pangan, Sumut Evaluasi Realisasi LTT Padi dan Strategi Percepatan Tanam
Dalam rangka memastikan ketersediaan pangan berkelanjutan dan menjaga stabilitas produksi gabah nasional, dilaksanakan Rapat Pos Simpul Koordinasi Ketahanan Pangan dan Monitoring Evaluasi Produksi Pangan Strategis Bulan Oktober 2026 di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Rapat dipimpin oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Fahri, dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta stakeholder terkait. Kegiatan membahas evaluasi realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi, identifikasi kendala di lapangan, mitigasi dampak cuaca, serta strategi percepatan tanam. Dalam arahannya, Pj Swasembada Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbudin, DEA menyampaikan capaian dan evaluasi realisasi LTT serta pelaksanaan bantuan pemerintah. Hingga September 2026, Sumatera Utara berada pada peringkat kelima secara nasional dengan realisasi LTT sebesar 69,96 persen. Sebanyak 9 kabupaten/kota mencatat realisasi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara 24 kabupaten/kota masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya. Adapun target LTT Oktober 2026 mencapai 94.820,31 hektare, dengan potensi tanam pada lahan optimalisasi lahan (oplah) tahun 2024 seluas 6.466 hektare. Rapat juga membahas progres Pertanian Modern dan Advanced Agriculture System (PM-AAS) serta berbagai program strategis lainnya.
Direktur Wilayah Sumatera Utara, Mulyono, S.P., M.M menegaskan bahwa rapat posko merupakan pertemuan penting sebagai fungsi kontrol bersama dan diharapkan dapat dilaksanakan secara tatap muka untuk memperkuat koordinasi dan pengawalan di lapangan. Memasuki akhir tahun 2026, seluruh daerah diminta mengamankan capaian luas tanam, luas panen, dan produksi padi Sumatera Utara agar potensi luas tanam sekitar 658.000 ha dapat memberikan kontribusi nyata terhadap produksi padi daerah. Capaian tersebut menjadi rapor bersama seluruh pihak, mulai dari tim penyuluh, dinas pertanian, hingga seluruh stakeholder dalam mempertahankan swasembada pangan yang berkelanjutan di Sumatera Utara. Dalam pelaksanaan program, BBRMP Sumut berperan penting dalam pengawalan proses CPCL hingga penyaluran benih, baik pada kegiatan LTT reguler maupun PM-AAS. Tim Direktorat Jenderal Tanaman Pangan turut menyampaikan bahwa benih PM-AAS untuk Sumatera Utara direncanakan mulai disalurkan pada minggu berikutnya. Sementara itu, Prof. Darma Bakti menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi agar seluruh proses dapat dikawal dengan baik. Dari BBRMP Sumut turut hadir Ketua Kelompok Pendampingan Modernisasi Pertanian, Dr. Khadijah EL Ramija, S.Pi., MP, bersama LO Kota Binjai.