Perkuat Peran Penyuluh, Rangkaian Kegiatan PM-AAS Digelar di Kabupaten Samosir
Dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan Program PM-AAS, dilaksanakan rangkaian kegiatan selama dua hari di Kabupaten Samosir. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarpenyuluh sekaligus mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan PM-AAS di lapangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan rapat koordinasi yang diikuti oleh penyuluh pertanian dari empat kabupaten, yaitu Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Rapat koordinasi tersebut menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarpenyuluh dalam mendukung pelaksanaan PM-AAS. Penyuluh sebagai garda terdepan pendampingan pertanian memiliki peran penting dalam memastikan program dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Selain rapat koordinasi, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan workshop peningkatan kapasitas penyuluh. Workshop ini bertujuan meningkatkan partisipasi penyuluh sekaligus memperkuat pemahaman mengenai konsep, pelaksanaan, serta dukungan penyuluh terhadap kegiatan PM-AAS.
Melalui workshop tersebut, penyuluh diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis pelaksanaan program, tetapi juga mampu mengoptimalkan pendampingan kepada petani. Dengan adanya pemahaman yang sama, koordinasi di tingkat lapangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga berbagai kendala dalam pelaksanaan program dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Gerakan Tanam PM-AAS di Kabupaten Samosir. Gerakan tanam dilakukan dengan memanfaatkan drum seeder sebagai salah satu teknologi yang dapat mendukung efisiensi dalam proses penanaman padi.
Pelaksanaan gerakan tanam mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan penyuluh setempat. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian serta pemanfaatan teknologi dalam kegiatan budidaya padi.
Penggunaan drum seeder diharapkan dapat menjadi bagian dari penerapan mekanisasi pertanian yang mampu membantu petani dalam melakukan penanaman secara lebih teratur dan efisien. Selain itu, kegiatan gerakan tanam juga menjadi sarana untuk memperkuat keterlibatan penyuluh dalam mendampingi petani sejak tahap awal proses budidaya.
Setelah pelaksanaan gerakan tanam, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi mengenai pengendalian hama pada budidaya tanaman padi.
Materi tersebut menekankan pentingnya pengamatan tanaman secara berkala serta penerapan pengendalian hama yang tepat. Pemahaman terhadap jenis dan perkembangan hama menjadi hal penting agar tindakan pengendalian dapat dilakukan secara tepat sasaran dan tidak menimbulkan dampak yang tidak diperlukan terhadap lingkungan maupun tanaman.
Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan sejak dini diharapkan dapat menekan tingkat serangan hama pada kawasan pertanaman padi. Dengan kondisi pertanaman yang lebih sehat dan terjaga, potensi kehilangan hasil dapat diminimalkan sehingga pada akhirnya dapat mendukung peningkatan produktivitas, kualitas, dan kuantitas produksi padi.
Rangkaian kegiatan selama dua hari ini menunjukkan pentingnya sinergi antara penyuluh, petani, POPT, serta seluruh pihak terkait dalam mendukung keberhasilan PM-AAS. Penguatan kapasitas penyuluh, penerapan teknologi melalui penggunaan drum seeder, serta peningkatan pemahaman mengenai pengendalian hama menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanaman padi yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pelaksanaan PM-AAS di Kabupaten Samosir dan wilayah lainnya dapat terus dikawal secara optimal, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani.