Tanam Padi PM-AAS di Simalungun Dorong Modernisasi Pertanian dan Peningkatan Produktivitas
Pelaksanaan Sosialisasi dan Gerakan Tanam Padi melalui program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berlangsung dengan penuh antusiasme dari para petani. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong penerapan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani di Sumatera Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan di lahan sawah Kelompok Tani Maju Jaya seluas 80 hektare, Nagori Kandangan, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, Gusmiyadi, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Sumatera Utara Mulyono, S.P., M.M., Kapoksi Pengelolaan Penyuluhan Provinsi Sumatera Utara Muhammad Syafnurdin Asroi, S.TP., M.M., Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Kabid Tanaman Pangan Kabupaten Simalungun, jajaran Muspika Kecamatan Pematang Bandar, yang terdiri atas Camat, Kapolsek, dan Danramil, serta Katimker dan penyuluh pertanian Kabupaten Simalungun.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait, pengurus dan anggota Kelompok Tani Maju Jaya, serta petani setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, insan pertanian, penyuluh, serta petani dalam mendukung percepatan transformasi pertanian menuju sistem pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Program PM-AAS merupakan pendekatan pertanian modern yang mengintegrasikan penerapan teknologi, mekanisasi, pengelolaan input secara efisien, serta praktik budidaya yang lebih presisi. Melalui penerapan teknologi tersebut, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.
Antusiasme petani dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan gerakan tanam terlihat sangat tinggi. Hal ini menjadi indikator positif terhadap penerimaan masyarakat tani terhadap inovasi dan teknologi pertanian modern. Keterlibatan aktif petani diharapkan menjadi modal penting dalam mempercepat proses adopsi teknologi PM-AAS dan mendorong penerapannya secara lebih luas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan implementasi PM-AAS dapat terus berlanjut dan direplikasi secara konsisten di berbagai wilayah Sumatera Utara. Pengembangan pertanian modern diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan dan swasembada pangan daerah maupun nasional, serta pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Gerakan tanam padi PM-AAS di Kabupaten Simalungun menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang maju, modern, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan petani sebagai pelaku utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemajuan pertanian di Sumatera Utara.