Perkuat Akurasi Data Pertanian, BRMP Sumut ikuti Rapat Evaluasi LTT Padi
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Pertanian dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan rapat evaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) serta realisasi bantuan Kementerian Pertanian di Ruang Rapat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Rapat menyoroti pentingnya penyamaan persepsi dan rekonsiliasi data karena terdapat perbedaan metode pengukuran. BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) dan survei lapangan, sementara data dari penyuluh dan pemerintah daerah perlu disinergikan agar dapat saling mendukung. Dari sekitar 311 ribu hektare luas baku sawah Sumatera Utara, sekitar 5,7 persen atau 17.995 hektare menjadi sampel KSA.
Dalam evaluasi disampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan mengalami dampak kerusakan lahan pertanian sekitar 1.100 hektare rusak berat dan 300 hektare rusak ringan. Perwakilan Kementerian Pertanian, Bapak Haris Syahbuddin, menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan tugas serta penggunaan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam berita acara posko maupun pelaporan. Realisasi tanam padi Bulan Agustus mencapai sekitar 82 persen, sementara Indeks Pertanaman (IP) masih perlu ditingkatkan karena belum mencapai IP 3. Terdapat sembilan kabupaten/kota yang masih perlu meningkatkan luas tanam. Meski demikian, Sumatera Utara tetap masuk dalam 10 besar provinsi dengan kontribusi luas tanam dan luas panen padi tertinggi secara nasional.
Rapat juga menekankan perlunya komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, BPS, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan rekonsiliasi data. Setiap wilayah diharapkan mampu memahami kondisi spasial, mengidentifikasi luas lahan terdampak, menentukan kebutuhan perbaikan, serta menyusun rencana pembiayaan secara tepat. Kegiatan turut dihadiri Ketua Kelompok Pendampingan Modernisasi Pertanian sebagai perwakilan Kepala BRMP Sumatera Utara, Dr. Khadijah EL Ramija, SPi, MP. Direktur Polbangtan Medan, Dr. Nurliana Harahap, S.P, M.Si, Kepala Pusat BRMP Tanaman Pangan, Dr. Haris Syahbuddin, DEA, Perum Bulog, Katimker Kabupaten/Kota, serta akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU).